Aku Bukanlah Segalanya

“Titt… Tiitt!” ku raih segera handphoneku yang lagi nagkring di meja belajarku, ku buka segera sebuah pesan singkat di layar handphoneku.

From: Faza
Hai Neisya?, met pagi ya:D!

Huft, lagi-lagi dia yang sms, bagaimana sih bentuk wajahnya?, seseorang yang ngaku punya nama Faza dan satu sekolah sama aku selalu mengisi inbox hpku entah hanya menyapa, malah kadang pernah ngobrol, asyik sih kalau sama dia bisa nyambung, tapi upss! Itu gak baik Neisya! Kamu belum tahu dia, siapa tahu kalau dia om om, terus kamu dibohongin, jangan sok fair gitu donk! Huft, ya bener juga sih, ku urungkan niatku untuk membalas pesan darinya.

Pukul 06.42 tepat ku sudah sampai di sekolahku tercinta. Yuphs! Hari ini harus semangat Neisy! Walau hampir telat walau ga sarapan tapi harus semangat semngat! 3 menit lagi belpun berbunyi.
“Assalamu’alaikum” haaa?
“Wa’alaikumsalam” mimpi buruk.
“Selamat pagi anak-anak” Tuhan cepatkanlah waktuku hari ini.
“Pagi, Bu” dalam do’aku terselip jam kosong pada jam pertama. Tuhan, tahukah Engkau, Neisya belum sarapan, Neisya ga kuat, Neisya hanya tidak mau merepotkan teman-teman jika pada akhirnya Neisya pingsan kelaparan. Tapi, do’aku tak terkabul. Sabar!
“Hari ini jam KBM tidak berada di kelas. Ibu akan memberi tugas pada kalian untuk mencari buku antologi yang berada di perpus. Kalian cari sebuah puisi karya Sutardji Calzoum Bachri! Tulis puisi tersebut pada buku tugas kalian, hafalkan. Pada pertemuan yang akan datang langsung praktik membaca puisi di depan kelas, faham?”
“Faham, Bu” lagi-lagi hafalan?, i don’t care it, baby. (Efek kemalasan akibat gak sarapan).
“Ketua kelas, kondisikan kelas agar tidak ada yang tidak mengerjakan tugas Ibu hari ini”
“Anak-anak. Ibu ada keperluan hari ini! Tolong, jangan sampai ada yang tidak ke perpus, baik terimakasih Wassalamu’alaikum”
“Wa’alaikumsalam” setelah Ibu Harti, guru Bahasa Indonesia super disiplin itu meninggalkan kelas, ku langsung berlari ke Refan ketua kelasku.
“Fan, gue ke kantin dulu ya!” pintaku (kasihan banget sih aku, kelaparan aja sampai kayak ini)
“Gak bisa Neis, udah kamu selesaikan dulu tugasnya”
“Tapi..”
“Udah, kerjakan dulu baru boleh makan sekenyangmu, tapi jangan sampai ketahuan Guru!”
“Asyeek!! Oke, Fan.. makasih yah!” sejurus kemudian ku berlari menuju rak buku referensi, gak susah-susah amat sih menemukan buku antologi karya hmh, sapa tadi.. Hash! Kok lupa sih aku, Tardji siapa yaah, yups! Akhirnya ketemu di depan mataku, owalaa karya Sutardji Calzoum Bachri. Tuhan begitu baik, mempermudahkan segala urusanku..Thanks God, sedikit tergesa-gesa ku berlari menuju bangku pembaca, ku buka buku tugasku setelah menemukan judul yang tepat, dan bolpoint!, ku ambil bolpoin putihku di samping kiriku. Semua serba cepat, demi kantin yang ada di benakku.
“Hmh, dek!” seorang cowok yang duduk di sampingku menyentuh lenganku dengan jari telunjuknya.
“Apa!” tanpa melihat ku jawab dengan singkat. Hih, mau ngapa sih cowo’ ni, mau kenalan? Mau minta nomer hape?, ini perpus bro, bukan Mall. Dongkol banget ih.
“Bolpoint, dek!” apa? Cuma mau pinjem bolpoint, ga sopan ih, tapi gue saat ini ga mau berdebat, betah-betahin waktu gue buat stay in perpus. Nevermind, ku pinjamkan bolpoint itu, lagian ku masih punya banyak bolpoint di tempat pensilku.
“Huh, Nih!” ku sodorkan bolpoint putih itu seketika ku berhadapan dengan wajahnya, Haappp!! Oh my God cowo’ itu keren, ganteng, kulitnya putih, tatapan matanya.. ouch!! #Plak!! Apa-apa’an ini!, terpesona pada pandangan pertama! Ga baik itu, Neisy!, tapi gue ga bisa munafik.. jujur, gue jatuh cinta.
“Makasih yah”
“Hmh, iya?” sudah, Neisya!, kembali pada pekerjaan awal, dan tempat pensilku, ku cari sebuah bolpoint dan What!!! Gilaa!!, bolpoint putih itu masih ada di tempat pensilku, lalu yang tadi itu bukan bolpointku, dodol!! Bentuknya, merknya bahkan sama, ahh! Itu bukan bolpointku, kenapa aku main serobot aja dan dengan percaya diri itu milikku, hiks!! Rasanya maluku ini lebih berat dari pada dihukum berlari bolak-balik mengelilingi taman sekolah ketika terlambat sama Pak Dono satpam sekolahku, ini lebih berat dari segalanya. Diam-diam ku lirik wajahnya, ahh.. toh kan dia menertawakanku yang super dodol ini.
“Gapapa kok dek, tenang saja” hiks:’( dia baik.
“Em.. Ma, maaf kak!” Tuhan aku sungguh memalukan.
“Santai aja?” rasanya ingin cepat menghilang dari tempat dudukku ini dalam hitungan 1 detik. Tapi itu mustahil. Ku selesaikan segera tugas menulis ini agar aku cepat pergi dari hadapan si dia. Dan yups! Selesai, ku bergegas untuk pergi.

Berjalan dengan linglung ku masih merasakan perasaan memalukan itu, ah! Ga biasanya kamu sebegitu malunya, biasanya kan kamu malu-maluin, tapi aku gak munafik. Sambil menentang buku tulisku ku langsung menuju kantin, sudah lupakan segalanya!!. Berenang sambil minum air, itulah prinsipku, kalau aku masih bisa mengerjakan kesibukanku di sela-sela kewajibanku, aku pasti akan mengerjakannya dan ini, makan sambil hafalin deretan puisi. Semangat Neisya.
“ngiau! Kucing dalam darah dia menderas” ah kata-katanya penuh makna dan panjang banget, pasti sulit di hafalin, salahku sih peh judulnya kucing aja langsung di tulis.
“lewat dia mengalir ngilu” ups! Seketika ku hentikan ngehafalin puisiku, apa-apaan nih cowo’ tadi kok ada di sini sih, padahal aku sudah melupakannya, aku jadi malu nih kalau ketemu dia, ah lebih baik segera pergi dari tempat ini sebelum dia mengenal tulang hidungku.

From: Faza
Neisyaa! Cepat pulang. Aku mau curhat nih
Pulang sekolah selalu saja di hadirkan sms darinya, lagi-lagi Faza, hidup ini penuh dengan nama Faza, pasti tak lain dia mau curhat soal pacarnya si Fera yang over make-up itu, terang aja aku ngerti si Fera itu, wong kelasnya aja bersebelahan sama aku, tapi tetap aja parah! Pacarnya Faza aja ngerti, tapi kenapa sampai sekarang aku belum ngerti-ngerti Faza juga, lagian akunya aja yang males nyari nama Faza di SMU 3 Solo tercintaku itu. Biarin aja deh gak ngerti, ntar neg ngerti sendiri. Ku balas pesan singkatnya.
To: Faza
Iya, Za. Aku baru pulang nih
Dan pesan terkirim,

“I hope tonight full smile…” Hapeku berdering, gak!! Lebih tepatnya bunyi bertanda ada panggilan masuk, dan huaah! Apa-apaan ini, Faza langsung menelfonku, gak ngerti apa, aku belum makan, Za!! Dengan perasaan dongkol ku jawab telefon dari seberang sana.
“Hallo!!” sedikit marah sih, capek tau’ kalau harus dengerin curhatan gak penting dari orang yang gak ku ketahui, tapi ku kenal sih.
“Hih, Neisy! Kok marah sih, tak do’ain anakmu lahir langsung mirip Mpok Nori tau rasa loe!”
“Aku belum makan, Za. Ntar aja deh curhatnya, yaa”
“Ga bisa, Neisy”
“Ini perut aku! Dia belum makan!”
“Iya, yaa. Hihihihi, marah bener orang ini, ya udah kamu ke belakang dulu ambil makanan tapi telefonnya jangan di mati’in yah, ntar kalau udah ngambil langsung pegang hapenya ya, tugas kamu cuma dengerin aja kok, gapapa aku biar yang ngomong walau di sela-sela suara berisik kunyahanmu. Plisss!” enak aja, memang situ berani bayar berapa!.
“Ahh, ntaa”
“Pliisss, gapapa yah?”
“Huft, ya deh” mengalah lagi-lagi mengalah gara-gara si kunyuk bawel itu, ku langsung bergegas ke dapur sambil membawa hapeku. Ku sengaja lama-lamain biar tau’ rasa tuh. Hahaha, tapi kasihan juga, gapapa deh sambil menyelam minum air. Sambil makan ndengerin curhatan orang gak penting.
“Hoey,”
“Hiih, kok lama banget sih”
“Udah, cepetan curhat!”
“Iya iya, gue gak direstui pacaran sama nyokep gue, Neisy” toh kan bener-bener gak penting, toh juga gak nyangkut nyawa hidupku.
“Trus?”
“kok Ga mood gitu sih. Neisy?”
“Gak, aku mood kok. Udah terusin aja”
“Neisy, kita ketemu yuk, aku pengen cerita panjang ke kamu”
“Apaa?!” makananku hampir keselek.
“Iya, aku tahu, kamu belum tahu wajah aku, aku juga belum tahu wajah kamu, Neisy! Lantas kalau kita terus-terusan gini kapan kita tahunya”
“Ehm, baiklah, tapi kamu bener-bener siswa SMU 3 Solo, kan? Ehm, maksudku bukan orang lain”
“Maksud kamu om om gitu?, ya gak lah Neisy, kamu butuh bukti apa, kepala sekolahnya aku kenal, guru bahasa indonesia yang killer itu aku juga kenal, Bu Harti. Iya kan?”
“Iya iya, ketemu dimana?” sebenernya sih, gue juga gak sabar pengen tahu bentuk wajahnya.
“Di Shakefield sebelahnya studio musik Rajo, gimana?”
“Oke,”
“Aku tungggu ntar jam 2 ya”
“Jam 4 aja”
“Oke deh”
“Klik!”

Ku berjalan cepat menuju Shakefield tempat janjianku sama Faza, ku tahu kalau aku sedang terlambat, huft.. sampai, tapi dimana dia, hassh!! Ku saja tak mengenali wajahnya bagaimana aku bisa bertemu dengannya. Segera ku raih telfon genggamku,
To: Faza
Hay, kamu dimana?, aku udah di tempat.
Tak lama lagi, dia membalas pesan singkatku.
From: Faza
Aku tempat duduk paling pojok, deket kaca jendela. Kalau kamu belum mengenaliku, aku yang memakai kemeja coklat.
Ku langsung mengarahkan pandanganku ke pojok, yap dia gak bohong memang ada seorang cowo duduk sendirian di tempat tersebut, dari belakangnya ku berjalan ke arah dia, dan hmh sedikit deg-degan, loh? biasa aja kali.

“Ehm, Faza” seketika dia menengok ke arahku, jdaar!!! Apa? Ini gak mungkin, Tuhan. Aku gak percaya!! Sungguh,
“Kamu?, hey, aku gak nyangka lo, Neisya ternyata kamu? Hahaha, si bolpoint putih?” Faza ternyata seorang cowo di perpus itu yang pernah membuatku jatuh cinta padanya, Tuhan aku gak percaya.
“Oh, hmh” aku masih malu Tuhan, aku masih gak percaya.
“Hahaha, udah gak usah malu, kenalin. Aku Faza” dia menyodorkan tangannya seolah-olah kita baru saling kenal.
“Neisya?”
“Mari duduk, mau pesan apa?” dia baik.
“Milkshake aja”
“Oke, bentar ya” dia memesan minuman untukku, huft! Aku benar-benar gak percaya, senang kalau ternyata cowo itu orang yang selama ini telah jadi sahabatku, sedih kalau kenyataannya Faza sudah punya pacar, cemburu sedikit, tapi aku bukan apa-apa baginya, aku hanya seorang teman yang senantiasa menampung curahan hatinya, tapi aku cemburu, aku gak munafik.
“Hey, Sya. Aku benar-benar gak percaya lok, kalau itu kamu. Hahahahha”
“Udah ah, aku malu kalau ngingetnya” sedikit demi sedikit aku mulai bisa menguasai perasaanku.
“Haha, iya-iya. Tapi aku ga bisa melupakan loh”
“Udah… lupakan!!”
“Hahaha, lucu”
“Ihhh, kamu curhat apa nih?” ku mengalihkan perhatiannya.
“Ehm, apa ya, kok aku lupa sih”
“Hhih, dodol. Katamu kamu gak di restuin sama nyokap?”
“Oh iya bener.. Aku bingung Neisy, Nyokapku gak ngerestuin hubunganku, bahkan adikku menentang keras-keras gak boleh pacaran sama dia”
“lha kamunya sayang apa gak?”
“Iya sayang sih”
“Kok ada sih, nya.. Yang pasti donk”
“Aku sedikit terpaksa Neisy sama dia”
“Omigo… buat apa kamu pacaran coba kalau kamu aja maksa sayang sama dia,”
“Apa aku harus mutusin dia, Neisy?” kata-kata itu seketika membersitku.
“Itu tergantung hatimu, Za. Cobalah sayangi dia, kasihan dia kalau kamu Cuma membuat dia sebagai selir hatimu, lagian kayaknya dia juga sayang sama kamu”
“Tapi bagaimana aku meneruskan hubunganku kalau orangtuaku tak merestui”
“Orang tua memang selalu memberikan yang terbaik buat putranya”
“Dia cemburu sama kamu, Neisy”
“Ha? Apa, kok bisa?” sontak aku kaget mendengar pernyataannya.
“Iya memang dia itu cemburuan, dia itu selalu membatasi semua yang aku lakukan, gak boleh ini gak boleh itu, sebel tahu ga”
“Dodol!” ku tabok pipinya, tapi gak beneran loh, gak sampai ngebuat pipinya jadi memar merah, habisnya dodol banget, gak ngerti apa maksud pertanyaanku.
“Maksud aku tuh, kok namaku di ikut-ikutkan ke hubungan kalian, lagian kan kita baru kenal”
“Dia, tahu apa yang aku kerjakan”
“Waah!” aneh nih orang ini.
“Ya dia cemburu saat ini, kalau aku mutusin dia sekarang dia mesti bilang: kamu pasti punya penggantiku, cewek kalau udah begitu sulit diluluhkan”
“Ya terang aja dia bilang gitu”
“Dia bakalan nangis Neisy,”
“Gue harus gimana, Neisy?”
“Ku tanya sekali lagi, loe benar-benar bisa mencintai dia dengan tulus gak?”
“Gak tahu”
“Ihh, jadi cowo kok gak tegas sih”
“Aku belum bisa menyayanginya dengan tulus”
“Ingat kata-kata ini: lebih baik disakiti dengan kejujuran dari pada di bahagiakan dengan kebohongan, bisa-bisa kamu itu Cuma bahagia di atas penderitaan orang lain, kamu bahagia karena seneng ada yang merhatiin kamu ada yang menyapamu dengan penuh kasih sayang, dia menderita karena ternyata orang yang dia harapin tidak mencintainya seperti perasaanmu padanya, mudeng?”
“Aku ga mau jadi penyebab masalah kalian berdua, semua keputusan ada pada hati kamu” ku meneruskan kata-kataku.
“Aku ngerti, Neisy. Jadi aku harus mutusin dia, nyakitin dia sejak dini dari pada lebih nyakitin dia di kelak hari”
“Jangan sekarang, Za. Tunggu kalau dia yakin tak ada orang ke-3 di antara kalian, jadi kesannya kamu mutusin dia jangan karena cewek lain, itu pilihan hatimu”
“Iya, akan ku cari waktu yang tepat”
“Makasih ya, Neisy”
“Iya, gapapa kok. Oh iya aku pulang dulu ya, udah mau petang nih”
“Aku antar sekalian yuk”
“Ga usah, Za. Aku bisa pulang sendri”
“Oh, iya udah, hati-hati ya, Neisy”
“Iya” ke beranjak dari tempat dudukku, seketika dia menghentikan langkahku.
“Sekali lagi, makasih ya Neisy”
“Iya, gapapa, nyantai aja, kita kan sesama teman, duluan ya Za”
“Iya?”

Bel istirahatpun berbunyi nyaring, ku langkahkan kakiku keluar kelas, akhirnya ku bisa keluar bebas menghirup udara luar dari kepenatan bergulat dengan jam pelajaran. Ku berjalan sendiri menuju taman sekolah sesekali ku selipkan headset ke kupingku dan ku dengarkan musik-musik hardrock yang menenangkan.
“Aku mencintaimu, Za!” seketika ku copot heandset dan mendengarkan suara lirih yang ternyata arah suara tersebut dari Fera di sebuah bangku taman sekolah, aku tahu siapa cowo di samping Fera itu, itu Faza. Dengan seksama ku dengarkan percakapan mereka berdua tanpa mereka ketahui.
“Tolong, jangan tinggalkan aku, Za” Faza tetap diam, tak sekalipun dia angkat bicara.
“Siapa, cewek yang udah ganti posisiku di hatimu, Za”
“Ga ada, Fer!” Baru kali itu Faza bicara. Perkataan itu cukup membersitku seperti sebuah pisau yang mengenai ujung jari, terasa perih di sesaat kemudian.
“Siapa yang ada di hatimu saat ini, Za”
Faza tak menjawab.
“Jawab, Za. Siapa?”
“Kamu, Fer. Yakinlah padaku” bukan pisau yang membersitku ketika itu, tapi sebuah pedang tajam mengiris hatiku dengan kejamnya, dia tidak kejam, tapi aku yang mengkejami diriku sendiri.
“Makasih, Za” seketika Fera memeluk diri Faza. Itu sebuah pemandangan buruk bagiku, ku berlari meninggalkan tempat itu, ku biarkan air mata merembes membasahi pipiku, tak ku hiraukan orang lain memandang aneh ke arahku, ku ingin menangis Tuhan, ini salahku. Aku bukanlah segalanya. Ku mengharapkan seseorang yang tak tepat untuk hatiku. Ku mencintai orang yang salah, ku yang akan merasakan pedih ini, karena ku yang menyayanginya dengan bodoh. Dan ketika sebuah api yang menjadi lilin saat menerangi kegelapanku, ketika menjadi api unggun yang selalu menghangatiku, tak akan ku berani lagi menyentuh dan mendekatinya, karena aku takut, lidah api itu akan membakar kulitku.

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · admin@nomor1&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.158.248.167
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia